Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Ada Sumur Dalam Geraham

Dagdigdug, dagdigdug...... Begitu kerasnya suara detak jantung Rani,matanya kedap kedip seperti bola lampu yang akan putus, jidatnya pun semakin mengkerut,seperti orang yang sedang terlilit hutang besar dengan rentenir, tidak Rani tidak sedang akan di usir ataupun   menerima lapor, ia sedang gugup lantaran gigi gerahamnya akan di cabut.  Sudah sedari umur 8 tahun gigi geraham Rani bermasalah, mulai dari lubang kecil hingga yang ia sebut sumur dalam gigi lantaran sudah besar sekali bolong gigi gerahamnya. Sejak setahun yang lalu Rani sudah mempunyai niat untuk mencabut sumur dalam gigi nya itu, namun ia urungkan niatnya , karena dokter bilang jika gigi nya akan di cabut, maka harus menghabiskan obat terlebih dahulu, itulah masalah nya Rani tidak bisa minum obat, ia lebih memilih di suntik ketimbang harus minum obat.   Terhitung 3 kali Rani pergi ke puskesmas untuk cabut gigi, ke tiga puskesmas itu menyarankan untuk tetap minum obat dahulu, akhirnya pupus...

Fa bi ayyi aalaaa irabbikumaa tukadzibaan

Fenomena alam yang menjadi tanda tanda NYA, tampaknya sedang aku rasakan belakangan ini sejak jalan hijrah yang ku pilih. Salah satu nya fenemona yang satu ini.  Kasihan Pak Surya, uang tidak menjamin hidupnya tenang,istrinya pun hanya sibuk mengurusi anak semata wayang, pikirnya ber-uang dapat menjadikanya dalang,eh ia malah terporosok ke dalam jurang, Harta,tahta, wanita sudah ia kuasai, tapi tetap juga tak membuat hidup tenang. Pak Surya   baru saja pulang dari Jakarta, untuk mengurus beberapa bisnisnya yang mengalami kemerosotan. Tibanya di rumah tak ada sambutan hangat,muka lelah dan capeknya, kian kusut melihat Raya yang merengek. “Papa beli Mainan Barbie baru, yang istana nya lebih besar seperti   di TV.” “Besok ya nak, Papa baru pulang, sekarang Papa istirahat dulu ya.” “Sekarang Pa, pokonya Raya mau sekarang.” Seperti itu lah selalu Raya ketika Papa nya pulang, ia tidak datang menjumput tangan Ayahnya untuk di cium, tapi merengek meminta dibe...

Tips Mendapatkan IP yang Ok

Berikut ini akan saya paparkan beberapa cara mendapatkan   IP yang OK ala saya, dengan Muqaddimah nya terlebih dahulu.....He....... Sedari saya duduk di bangku kuliah, sudah saya tancapkan prinsip belajar sungguh-sungguh, karena bagi seorang saya tidak gampang bisa masuk dan belajar di perguruan tinggi, oleh karenanya kesempatan untuk belajar ini tidak saya sia kan, karena butuh waktu satu tahun untuk bisa kembali belajar setelah lulus dari SMA. Sudah pernah pula saya rasakan betapa lelah dan susah nya mencari uang seribu rupiah dengan bekerja, beruntung sekali tidak langsung Allah luluskan saya di tahun pertama pendaftaran kuliah, kalau saja di beberapa penerimaan itu saya lulus, maka saya tidak akan tahu betapa kejam dan kerasnya dunia luar, sehingga bisa saja akan saya sia-sia kan kesempatan belajar di perguruan tinggi. Eitz tapi jangan pula orientasi kuliahnya hanya untuk mendapatkan kerja, banyak dari mereka yang sukses toh tidak makan bangku kuliah,,,, Hal itu pula...

Stop Sombong

Segala tindak tanduk ini semakin tak kenal arah, mereka meraung , mengerang setiap langkah, kian tak terkendali dan para syaiton pun tertawa terbahak mereka berhasil mengelabui makhluk Tuhan melalui nafsu. Ditambah lagi masa paceklik membuat kantong semakin tipis, mengolah urat nadi lebih   cepat putus serta menghalalkan segala cara, semangkuk air suci pun tak lagi mempan, benar tak teratasi, tapi tak baik ia berlama singgah di tubuh , segeralah ia di musnahkan, jika semangkuk air suci tak mampu, maka bermandilah dengan wudhu, jika tak mampu sekali maka lakukanlah berulang.   Ingatlah kepada siapa kau harus kembali, ingatlah barangkali sombong itu yang membuatnya betah berlama di tubuhmu, ingatlah bahwa tiada yang akan bertahan dalam genggaman, apalagi kesombongan, cepat sekali akan sirna. Tawadhu, jangan lupa !!!

Lana

                                            Lana memang suka berkelana, menelusuri tiap sudut kota, tapi ia tak pernah tahu hendak kemana, betis nya pun kian perkasa karena jauh nya perjalanan. Lana hendak pergi mencari namun tak kenal apa yang ia cari, kasihan sekali Lana setiap di tanya ia hanya menjawab: "Aku akan hijrah" Beruntung niatnya yang baik ini justru menuntun nya, meski awalnya ia tak punya tujuan. Lana bertemu dengan Ihsan, seorang pemuda yang membimbingnya untuk hijrah. Ia sadar apa yang membuatnya tak tentu arah dahulu, ia kehilangan pedoman hidup. Ia lupa bahwa ia adalah seorang hamba yang berTuhan. Sadarnya Lana membuka batinya, ia rindu berada dekat pada Rabb Nya, keangkuhanya pun lambat lama sirna, hati yang dengki mulai luntur, ia ingat dirinya makhluk yang lemah. M...

Secarik Kertas Perjuangan

“Alhamdulillah” Tanda syukur itulah yang patut ku ucap ,hasil yang di tunggu sudah tiba Hanya saja pada penerimaan kali ini, ada rasa bersalah dan kecewa, karena aku sendiri yang sudah menodai hasil dari perjuangan itu, Dulu tak pernah terlintas dalam fikiran bahkan hatiku tentang hal ini, karena sesuatu yang berulang akan menjadi kebiasaan, kebiasaan yang bahkan sudah berakar tidak mengenal   kata   salah dan akan tetap di anggap benar. Kerisauan hati ini muncul, ia bergejolak rasanya seperti di tampar, mengapa tidak sedari dulu sadar itu tiba. Pelajaran ini sungguh amat berharga. Betapa nilai kejujuran memang tak semenarik yang palsu, tapi hati tak bisa di bohongi. Baik lah tenang lah, ayo tenang. Sekarang saat nya! Jangan lagi di tunda Tak apa,yang lalu biarlah menjadi pelajaran ! BERJANJILAH!